Juara WBrC 2021

V60 ala Matt Winton

2021 matt winton (swiss)

Resep V60 Matt Winton: Rahasia Juara Dunia WBrC 2021 dengan Dripper Metal

2021 matt winton (swiss)

“By blending two different species, we can create a cup that is greater than the sum of its parts, pushing the boundaries of what coffee can taste like.” — Matt Winton

Pernah nggak, ngerasa seduhan di rumah gitu-gitu aja? Biji udah ganti, suhu udah diatur, kettle udah upgrade, tapi hasilnya tetap kurang “nendang”.

Kali ini Jelajah Kopi bedah resep juara World Brewers Cup (WBrC) 2021 di Milan, Italia: Matt Winton. Matt orang Australia yang tinggal di Swiss, dan dia tampil mewakili Swiss.

Penasaran siapa aja jawara dunia sebelum era Matt Winton? Cek Daftar Juara WBrC dari Tahun ke Tahun biar nggak kudet.

Yang bikin resepnya beda: dia nyampur dua spesies kopi, pakai dripper metal, dan nuang air dalam lima tuangan dengan dua suhu berbeda. Penasaran gimana duplikasinya di rumah? Yuk kita ulik.


Persiapan Alat dan Bahan

Ini data resep Matt di panggung WBrC 2021:

  • Kopi: 20 gram. Matt pakai blend Coffea eugenioides natural dari Finca Inmaculada (Kolombia) dan Catucai washed dari Ekuador. Kalau kalian nggak punya Eugenioides, pakai Arabica light roast dengan karakter manis dan fruity.
  • Air: 300 gram (rasio 1:15). Matt pakai air mineral seimbang dengan magnesium dan kalsium yang kurang lebih setara.
  • Suhu air: dua kettle. 93°C untuk fase awal (bloom) dan 88°C untuk tahap akhir supaya ekstraksi lebih terkendali.
  • Gilingan: Matt pakai Kinu M47. Ukurannya disesuaikan lewat waktu seduh, bukan angka klik tertentu (lihat bagian troubleshooting).
  • Dripper: Hario V60 Metal ukuran 02.
  • Filter: kertas filter V60 ukuran 02.
  • Pendukung: timbangan digital dan dua gooseneck kettle. Kalau cuma punya satu, angkat kettle listriknya dari base di antara tuangan supaya suhunya turun pelan-pelan.

Kenapa V60 Metal?

vdm 02hsvweb

Matt sendiri bilang tiap bahan dripper (plastik, kaca, keramik, logam) punya sifat hantar panas dan bentuk ridge yang beda. Buat rutinitas WBrC 2021, tim dia menemukan V60 metal memberi profil rasa yang lebih cerah dan bersih dibanding keramik atau kaca.

Catatan dari gue: dripper metal nggak otomatis bikin suhu turun di fase akhir. Penurunan suhu di resep ini datang dari kettle kedua yang diset di 88°C.


Langkah Seduh V60 ala Matt Winton

Resep ini terdiri dari lima tuangan sama rata, masing-masing 60 gram. Aturannya: tuangan berikutnya dimasukkan saat bed kopi hampir kering atau tetesan hampir berhenti, bukan berdasarkan detik tertentu. Di panggung, total ekstraksinya sekitar 2:40.

infonya grafis

Mau lihat Matt nunjukin sendiri? Tonton V60 Five-Pour Recipe dari Hario. Videonya versi rumahan yang lebih simpel, jadi suhunya beda dari resep panggung di artikel ini.

1. Siapkan dan bilas filter

Pasang kertas filter di V60 metal, bilas pakai air (untuk dripper metal, suhu air bilasannya nggak harus panas), lalu buang air bilasannya. Masukkan 20 gram kopi giling dan goyangkan ringan sampai permukaannya rata.

2. Tuangan pertama / bloom

Tuang 60 gram air 93°C, mulai dari tengah lalu melingkar ke pinggir sampai semua bubuk basah. Tunggu sekitar 30 detik.

3. Tuangan kedua sampai kelima

Setiap kali tetesan hampir berhenti, tuang lagi 60 gram sampai total 120, 180, 240, dan akhirnya 300 gram. Tuang agak agresif dari posisi sedikit lebih tinggi supaya bubuk kopi teraduk. Tuang dari tengah dulu, lalu melingkar ke sisi.

Soal suhu: sumber yang gue baca bilang 93°C untuk fase awal dan 88°C untuk tahap akhir, tapi nggak merinci pas di tuangan ke berapa kettle-nya diganti. Gue sarankan pakai 93°C untuk dua tuangan awal, lalu 88°C untuk tiga sisanya. Itu adaptasi dari gue, bukan angka resmi Matt.

4. Jangan swirl

Matt dikenal nggak pakai swirl, pengadukan sendok, atau ketukan di resepnya. Jadi biarkan agitasi datang dari cara nuang aja.


Kenapa Resepnya Begini?

Yang kita tahu pasti dari sumber:

  • Matt nge-blend Coffea eugenioides dengan Arabica. Waktu itu pendekatannya beda dari kebanyakan metode seduh yang umum.
  • Dua suhu air dipakai supaya fase awal lebih panas dan tahap akhir lebih “ditahan” ekstraksinya.
  • Tuangan menunggu bed kering supaya saturasi merata dan ampas nggak over-extracted.

Sisanya analisis gue, bukan klaim resmi Matt: kalau kopi yang dipakai punya manis tinggi tapi kurang kompleks, blend dengan kopi yang asamnya hidup bisa bikin cangkirnya lebih seimbang. Itu logika yang sering dipakai di dunia blending, tapi Matt nggak harus bilang begitu.


Troubleshooting: Kalau Seduhanmu Belum Pas

  • Pahit atau kering, dan seduhan kelamaan?
    Kasarkan gilingan.
  • Asam, encer, dan air habis terlalu cepat?
    Haluskan gilingan.
  • Mau nyoba tanpa dua kettle?
    Pakai satu kettle, lalu angkat dari base di antara tuangan supaya suhunya turun alami.

Itu dia bedah resep Matt Winton di WBrC 2021. Pelajaran utamanya: bukan teknik rumit yang bikin juara, tapi pemahaman terhadap kopi, air, dan alat yang dipakai.

Menurut kalian, bakal nyobain lima tuangan pakai V60 metal ini? Dan menurut kalian, beneran lebih bersih dibanding V60 keramik atau plastik? Tulis hasil eksperimen kalian di kolom komentar, ya.

Terus pantengin Jelajah Kopi buat resep, tips, dan info seputar dunia kopi lainnya. Happy brewing, guys!

alat:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *