Resep Origami Dripper Carlos Medina: Teknik Seduh Sederhana 5 Kali Tuang

2023 carlos medina (chile)

“I wanted a recipe that offers simplicity and remarkable effectiveness, ensuring consistent results. The key lies in unwavering commitment to consistency.” — Carlos Medina

Kalo kalian sering bikin kopi trus nyoba ulak ulik alat seduh. Kalian harusnya tau banyak banget alat seduh buat manual brew, dan itu bikin bingung mau pakai alat yang mana.

Nah, kali ini Jelajah Kopi mau ngajak kamu nyobain satu resep dari alat yang bisa dibilang “bunglon” karena bisa pakai filter Kalita dan V60. Resep ini datang dari Carlos Medina, sang Juara World Brewers Cup 2023 yang menggunakan Origami Dripper.

Kalau biasanya para peserta kejuaraan berlomba-lomba memamerkan alat purwarupa yang aneh-aneh atau teknik penuangan yang rumit, resep Carlos malah sebaliknya: kita bakal pakai teknik tuangan berulang yang super gampang dihafal. Penasaran bagaimana teknik simpel ini bisa menaklukkan juri dunia? Yuk, siapkan alat seduhmu!

Persiapan Alat dan Bahan

Resep ini butuh konsistensi saat menuang air, jadi pastikan timbangan kamu siap ya.

  • Kopi: 15.5 gram (Cocok buat biji kopi Light atau Light-Medium Roast berkarakter fruity/floral)
  • Air: 250 gram (Rasio sekitar 1:16)
  • Suhu Air: 91°C (Suhu yang nggak terlalu panas ini bantu mencegah rasa pahit berlebih)
  • Ukuran Gilingan (Grind Size): Medium-Coarse (Sedikit lebih kasar dari gilingan V60 harianmu)
  • Alat: Origami Dripper (versi Air S/plastik lebih disarankan), kertas filter kerucut (V60-style), timbangan digital, dan teko leher angsa (gooseneck kettle).

“Masih bingung soal perbedaan hasil seduhan kertas filter kerucut dan dasar rata? Kamu bisa mampir ke Mengenal Kalita Wave: Si ‘Pemaaf’ dari Jepang yang Mengubah Standar Seduh Manual

Keajaiban Origami: Satu Alat, Dua Karakter (V60 & Kalita)

Sebelum kita masuk ke resep juara, kamu mungkin penasaran: kok bisa satu alat dipakai buat dua gaya seduh yang beda? Rahasianya ada di desain dinding Origami Dripper yang memiliki 20 lekukan vertikal (mirip lipatan kertas origami). Desain unik ini dirancang agar presisi menampung dua jenis kertas filter paling populer di dunia:

  1. Pakai Kertas Filter Kerucut (V60-style): Kalau kamu masukin kertas V60 ke Origami, alat ini bakal berfungsi layaknya cone dripper. Air akan mengalir lebih cepat, menghasilkan seduhan dengan clarity (kejernihan rasa) dan acidity (asam buah) yang menonjol.
  2. Pakai Kertas Filter Gelombang (Kalita-style): Kalau kamu masukin kertas Kalita Wave (flat bottom), dasar alat Origami yang sedikit berongga bakal menopang filter gelombang ini dengan pas. Hasilnya? Aliran air jadi lebih lambat, ekstraksi lebih merata, dan kopi yang dihasilkan punya body lebih tebal dan sweetness (manis) yang kuat.

Ibaratnya, beli satu alat, tapi dapet dua experience seduh yang berbeda.

Nah, di panggung World Brewers Cup 2023, Carlos Medina memutuskan untuk menggunakan kertas filter kerucut (V60-style) pada Origami-nya. Tujuannya untuk menonjolkan aroma floral dan keasaman yang cerah dari biji kopi yang ia bawa.

Langkah-Langkah Seduh Origami Dripper ala Carlos Medina

origami dripper

Seduhan ini lumayan cepat dan ritmenya sangat konstan. Target kita, semuanya selesai menetes di kisaran waktu 2 menit 40 detik.

1. Pre-heating & Rinsing Bilas kertas filter pakai air panas. Selain buat ngilangin bau kertas, langkah ini penting banget buat manasin Origami Dripper supaya suhu air seduhan kita nggak drop. Jangan lupa buang sisa air bilasannya.

2. Fase Blooming (0:00 – 0:30) Tuang 50 gram air pertama dengan gerakan melingkar yang lembut. Pastikan semua bubuk kopi basah merata. Tunggu hingga detik ke-30.

3. Penuangan Kedua (0:30 – 1:00) Masuk detik ke-30, tuang lagi air secara melingkar perlahan sebanyak 50 gram sampai angka di timbangan menyentuh 100 gram. Tunggu lagi sampai menit 1:00.

4. Penuangan Ketiga (1:00 – 1:30) Di menit ke-1:00, tuang lagi air melingkar sebanyak 50 gram. Total air sekarang ada di angka 150 gram. Tunggu hingga menit 1:30.

5. Penuangan Keempat (1:30 – 2:00) Di menit ke-1:30, tuang lagi 50 gram air sampai timbangan genap di angka 200 gram. Tunggu hingga menit 2:00.

6. Penuangan Terakhir (2:00 – Selesai) Di menit ke-2:00, tuang 50 gram air terakhirmu sampai timbangan menunjukkan angka 250 gram. Angkat teko, dan biarkan sisa air turun habis. Pas selesai menetes, goyangkan sedikit (swirl) server atau gelasmu agar lapis rasa kopi tercampur rata.

Cerita Seru di Balik Resep Ini

2023 world brewers cup champion carlos medina

Setelah nyobain resep di atas, mungkin kamu bakal mikir: “Kok resep juara dunia gampang banget? Cuma 50 gram diulang 5 kali?”

Gue juga awalnya mikir gitu. Tapi di sinilah serunya. Mari kita mundur sedikit ke tahun 2023, di panggung World Brewers Cup, Athena.

(Ngomong-ngomong soal WBrC, kalau kamu penasaran siapa saja tokoh yang pernah mengangkat piala bergengsi ini, Jelajah Kopi sudah merangkumnya di Daftar Lengkap Juara WBrC (World Brewers Cup) dari Tahun ke Tahun)

Waktu itu, banyak barista menggunakan teknik yang sangat teatrikal. Tapi Carlos Medina datang dari Chile bawa ide beda. Dia menyeduh pakai Origami Dripper versi plastik (Air S) dan melakukan teknik paling dasar: membagi penuangan jadi 5 bagian yang sama persis. Idenya sederhana: Konsistensi absolut.

Menurutnya, membagi penuangan menjadi 5 fase dengan jeda waktu yang sama membuat gerakan tangan jauh lebih mudah diulang tanpa kesalahan (high replicability). Dengan memberikan jeda teratur, air punya waktu konstan untuk melarutkan manisnya kopi tanpa memancing zat pahit keluar. Dipadukan dengan bahan Origami plastik yang sangat bagus menahan panas, Carlos sukses menyuguhkan kopi yang sangat clean dan stabil.

Hasilnya? Ia sukses membuktikan teorinya, memukau para juri dengan kejelasan rasa kopinya, dan membawa pulang piala Juara Dunia 2023. Keren, kan?

Solusi Kalau Seduhanmu Kurang Pas

Setiap biji kopi punya karakter berbeda. Kalau resep di atas belum menghasilkan rasa yang memuaskan di lidahmu, coba lakukan sedikit penyesuaian ini:

  • Kopinya terasa terlalu pahit atau Over-extracted? Kemungkinan waktu seduhmu melar sampai di atas 3 menit. Solusinya: Kasarkan sedikit ukuran gilinganmu (grind size), biar air bisa turun lebih lancar dan nggak menggenang kelamaan.
  • Kopinya terasa hambar, asam , atauUnder-extracted? Kemungkinan gilinganmu terlalu kasar atau air turun terlalu cepat (selesai di bawah 2 menit 15 detik). Solusinya: Haluskan sedikit gilingan kopinya agar air punya waktu lebih lama untuk mengekstrak rasa dari bubuk kopi.

Nah, itu dia resep anti-ribet ala juara 2023 dari Jelajah Kopi hari ini. Gimana hasil seduhan Origami kamu pakai teknik 5 kali tuang ini? Apakah rasanya lebih seimbang dan clean? Ceritain pengalaman ngopi kamu di kolom komentar di bawah, ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *