Resep V60 Anti Gagal: Rahasia Rasio 1:15

Pernah nggak sih lo nyeduh V60, kadang rasanya enak banget, besoknya rasanya aneh? Padahal kopinya sama, alatnya sama. Masalahnya biasanya satu: Inkonsistensi.
V60 adalah alat yang jujur, tapi dia butuh angka yang pasti. Di dunia specialty coffee, barista nggak main kira-kira. Mereka main timbangan, suhu, dan rasio.
Hari ini, gue mau bagiin “Resep Kunci” yang jadi fondasi gue dalam menyeduh. Bukan sekadar langkah-langkah, tapi gue bakal jelasin kenapa lo harus melakukan itu. Kuncinya ada di Rasio 1:15.
Kenapa Harus Rasio 1:15? Rasio 1:15 artinya: Setiap 1 gram kopi, kita pakai 15 ml air. Angka ini adalah titik keseimbangan (sweet spot). Lo dapet tekstur (body) yang cukup, tapi rasa-rasa unik kopinya (manis/asam) tetap jelas terpisah (separation).
Jadi untuk resep ini, kita kunci di:
- Kopi: 15 gram
- Air: 225 ml
Variabel Kunci: Suhu Air vs Roast Profile
Nah, ini rahasia yang sering dilewatkan. Suhu air nggak bisa dipukul rata. Beda warna biji, beda perlakuan.
- Light Roast (Cokelat Muda): Butuh suhu tinggi (90°C – 93°C). Biji ini padat dan susah diekstraksi. Kalau airnya kurang panas, rasanya bakal asam kecut (sour).
- Medium Roast (Cokelat Sedang): Titik aman di 88°C – 90°C. Ini profil yang paling umum ditemui di roastery lokal.
- Dark Roast (Cokelat Gelap/Berminyak): Butuh suhu rendah (80°C – 85°C). Biji ini rapuh (porous) dan gampang banget diekstraksi. Kalau diseduh pake air mendidih, rasanya bakal pahit gosong dan body-nya kasar.
Tips Tanpa Termometer:
- Light/Medium: Masak air mendidih, tunggu 1 menit.
- Dark: Masak air mendidih, tunggu 2-3 menit (atau campur sedikit air biasa).

Persiapan Gilingan (Grind Size) Gunakan gilingan Medium-Fine. Bayangkan tekstur Garam Laut atau Gula Pasir Kasar. Kalau terlalu halus kayak tepung, air bakal mampet (pahit). Kalau sekasar biji lada, air lewat doang (hambar).
Ritual Penyeduhan (The Brewing Guide) Siapkan timer di HP lo. Kita mulai.
Fase 0: Rinsing (Bilas)
Lipat kertas filter, taruh di V60, siram air panas.
- Kenapa? Kertas punya bau “kardus” yang bisa ngerusak rasa kopi. Selain itu, ini buat manasin gelas di bawahnya biar suhu kopi nggak kaget (thermal shock). Jangan lupa buang air bilasannya!

Fase 1: Blooming (00:00 – 00:45)
Masukkan kopi, nol-kan timbangan. Tuang air sekitar 30ml – 40ml. Basahi semua kopi, lalu stop.
- The Science: Liat gelembung-gelembung yang keluar? Itu gas Karbondioksida (CO2). Kita harus buang gas ini dulu. Kalau gas masih ada, dia bakal nahan air, bikin ekstraksi nggak maksimal. Tunggu sampai detik ke-45.
Fase 2: Ekstraksi Utama (00:45 – 01:30)
Tuang air perlahan secara memutar (spiral) dari tengah ke luar, jangan kena dinding kertas. Tuang sampai timbangan nunjukin angka 150ml.
- Kenapa Memutar? Gerakan memutar menciptakan “turbulensi” kecil yang bikin semua butir kopi diaduk sama rata oleh air.
Fase 3: Finishing (01:30 – Selesai)
Tuang lagi perlahan sampai target akhir: 225ml. Biarkan air turun sampai tetes terakhir.
- Rao Spin (Opsional): Setelah selesai tuang, pegang V60-nya dan goyangkan memutar sedikit biar ampas kopi rata di bawah (flat bed). Ampas rata = ekstraksi rata.
Evaluasi Rasa (Troubleshooting) Pas dicobain, gimana rasanya?

- Terlalu Pahit/Sepet? Cek suhu air lo (mungkin kepanasan buat roast profile-nya) atau gilingan terlalu halus.
- Terlalu Asem/Cemplang? Suhu air kurang panas atau gilingan terlalu kasar.
Kopi enak itu bukan kebetulan, kopi enak itu hasil presisi. Selamat mencoba eksperimen di rumah!

Pingback: Kopi Mahal Kok Gak Enak? Awas Salah Baca Label - jelajahkopi.com