Bedah Hario V60: Si Raja Manual Brew

Close-up of a precision pour over coffee brewing process with a kettle and scale.

Coba masuk ke coffee shopmanapun, dari kedai kecil di pinggir jalan sampai kafe hits di pusat kota. Perhatikan meja bar-nya. Hampir pasti, lo akan melihat alat berbentuk corong dengan kertas putih di atasnya. Ya, itu adalah Hario V60.

Bagi banyak orang, V60 adalah gerbang pembuka menuju dunia specialty coffee. Tapi, pernah nggak sih lo bertanya-tanya: Kenapa alat yang kelihatannya cuma “corong plastik/keramik” ini bisa begitu dipuja? Kenapa bukan alat lain?

Di artikel ini, kita akan bedah tuntas anatomi, sejarah, hingga alasan ilmiah kenapa V60 bisa menghasilkan secangkir kopi yang rasanya begitu “jujur”. Siapkan kopi lo, artikel ini akan sedikit panjang.

Sejarah Singkat: Dari “Raja Kaca” Jepang

Nama “Hario” dalam bahasa Jepang berarti “The King of Glass” (Raja Kaca). Perusahaan ini sebenarnya sudah berdiri sejak 1921, awalnya memproduksi kaca tahan panas untuk laboratorium kimia.

Namun, V60 yang kita kenal sekarang sebenarnya baru lahir sekitar tahun 2004. Sebelumnya, Hario sempat merilis alat seduh berbentuk kerucut di tahun 1980-an, tapi strukturnya belum sempurna karena menggunakan batang filter kaca, bukan kertas.

Setelah melalui riset panjang tentang dinamika aliran air, lahirlah desain V60 modern. Desain ini merevolusi cara dunia menyeduh kopi, menggeser dominasi alat seduh berbentuk trapesium (seperti fan-shaped dripper) yang populer sebelumnya.

Membongkar Kode Nama “V60”

Namanya bukan sekadar kode acak.

  • huruf “V”: Melambangkan bentuk kerucut (cone) yang tajam.
  • Angka “60”: Merujuk pada sudut kemiringan dinding alat tersebut, yaitu tepat 60 derajat.

Kenapa harus 60 derajat? Kenapa nggak 45 atau 90? Sudut ini dirancang agar air bisa mengalir menuju pusat dengan kecepatan yang optimal—tidak terlalu cepat sampai kopi jadi encer (under-extracted), tapi juga tidak terlalu lambat sampai kopi jadi pahit (over-extracted). Ini adalah sweet spotgeometri penyeduhan.

3 Elemen Desain yang Bikin Rasanya Ajaib

Kalau lo perhatikan bagian dalam V60, ada tiga fitur utama yang membedakannya dari alat lain. Ini bukan hiasan, ini adalah fisika.

1. Bentuk Kerucut (Cone Shape) Berbeda dengan alat seduh flat bottom(dasar rata) di mana kopi “berendam” sebentar di dasar, bentuk kerucut V60 memaksa air untuk melewati lapisan bubuk kopi yang tebal secara vertikal.

  • Efeknya: Air punya waktu kontak yang pas dengan kopi, menghasilkan ekstraksi rasa yang dalam dan kompleks.

2. Tulang Spiral (Spiral Ribs) Coba raba bagian dalam V60, ada garis-garis timbul yang meliuk spiral sampai ke atas. Fungsinya ada dua:

  • Mencegah kertas filter menempel mati pada dinding alat.
  • Memberi ruang bagi udara untuk keluar (“escape path”) saat air panas dituang. Tanpa tulang spiral ini, udara akan terperangkap, aliran air akan macet, dan kopi lo bakal terasa seperti air genangan. Spiral ini bikin aliran air lancar dan ekstraksi merata.

3. Lubang Besar Tunggal (Single Large Hole) Di dasar V60, hanya ada satu lubang besar. Tidak ada katup, tidak ada saringan kecil.

  • Artinya: Kecepatan air mengalir 100% bergantung pada tangan lo.
  • Tuang air cepet? Alirannya ikut cepet (Rasa: Light, Acidic).
  • Tuang air pelan? Alirannya ikut pelan (Rasa: Bold, Sweet). Inilah yang bikin V60 disebut alat yang “jujur”. Dia tidak memanipulasi aliran air; dia cuma meneruskan apa yang lo lakukan.
food, drinks, alternative, cafe, coffee cup, coffee, cup, drip, dripper, filter, pour over, pouring, v60

Perdebatan Abadi: Plastik, Keramik, atau Kaca?

V60 dijual dalam berbagai bahan. Ada yang murah (plastik), ada yang mahal (tembaga/keramik). Mana yang paling bagus buat rasa? Jawabannya mungkin bakal bikin lo kaget

1. Plastik (Praktis & Tahan Banting) Ini adalah pilihan paling ekonomis dan sering jadi andalan para traveler.

  • Kelebihan: Ringan, murah, dan anti-pecah. Cocok banget buat lo yang sering nyeduh di luar ruangan atau takut alatnya kesenggol kucing.
  • Kekurangan: Secara estetika kurang “mewah”. Selain itu, ada anggapan bahwa plastik bisa memengaruhi aroma kopi jika dipakai jangka panjang, serta kemampuan menahan suhunya tidak se-stabil keramik.

2. Keramik (Suhu Stabil & Rasa Murni) Sering lihat barista di coffee shop pakai yang ini? Bukan cuma buat gaya, tapi ada alasannya.

  • Kelebihan: Keramik punya kemampuan isolasi panas yang sangat baik. Artinya, saat lo menyeduh, suhu air di dalam corong terjaga stabil (tidak cepat dingin), sehingga ekstraksi rasa kopi lebih maksimal. Selain itu, keramik adalah bahan netral yang tidak mengubah rasa kopi sama sekali.
  • Kekurangan: Berat, rentan pecah, dan butuh disiram air panas dulu (pre-heat) agar suhu keramiknya naik sebelum dipakai nyeduh.

3. Kaca (Visual & Estetika) Buat lo yang suka konten visual, V60 kaca adalah primadona.

Kelebihan: Transparan! Lo bisa melihat proses air mengalir dan menetes, memberikan pengalaman visual yang memuaskan (satisfying). Sama seperti keramik, kaca juga menjaga kemurnian rasa tanpa kontaminasi bau.

Kekurangan: Sangat rapuh. Kesenggol dikit, bye-bye.

Kesimpulan: Mana yang Lo Pilih?

Pilih Keramik/Kaca kalau lo mengejar kemurnian rasa, kestabilan suhu, dan estetika meja bar yang ganteng.

Pilih Plastik kalau lo cari alat “tempur” yang murah dan awet.

(Referensi: Mana Coffee Dripper Terbaik? Otten Coffee)

Kekurangan V60: Kenapa Dia “Kejam”?

Di balik segala pujiannya, V60 punya sisi gelap. Dia bukan alat yang ramah pemula karena sifatnya yang kurang pemaaf (unforgiving).

Bandingkan dengan alat Flat Bottom (seperti Kalita Wave atau Orea) yang dasarnya rata. Di alat flat bottom, kalau cara tuang lo berantakan, air akan tertampung dulu di dasar yang rata, sehingga terekstraksi lebih stabil.

Di V60? Tidak ada ampun. Karena bentuknya kerucut tajam, air akan mencari jalan tercepat ke bawah.

  • Kalau tuangan lo miring ke kiri, air cuma lewat kiri. Kopi sebelah kanan nggak keseduh.
  • Kalau tuangan terlalu deras, kopi jadi kecut.
  • Kalau gilingan kopi nggak konsisten (banyak bubuk halus), lubang bawah bisa mampet.

V60 menuntut konsistensi. Dia seperti mobil manual; lebih ribet dikendarai dibanding matic, tapi kalau lo udah jago, lo bisa ngebut dan bermanuver sesuka hati.

Kesimpulan: Kenapa Lo Harus Punya?

Meskipun butuh latihan, V60 adalah alat wajib punya. Kenapa? Karena dia melatih indra perasa dan teknik lo.

V60 adalah alat terbaik untuk menonjolkan Clarity (kejernihan rasa) dan Acidity (keasaman yang segar). Kalau lo beli biji kopi mahal yang punya notes strawberry, jasmine, atau peach, V60 adalah panggung terbaik buat biji kopi itu “bernyanyi”.

Jadi, jangan takut sama teknisnya. Anggap saja V60 adalah teman yang jujur: kalau seduhan lo enak, dia bakal bilang enak. Kalau seduhan lo kacau, dia bakal kasih tau lo harus belajar lagi.

Sudah siap menaklukkan alat ini? Di artikel selanjutnya, gue bakal kasih “kunci jawaban”-nya lewat Resep V60 Rasio 1:15 yang paling aman buat pemula.

Selamat menyeduh!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *